Salam hangat kawat ^-^, selamat datang kembali di Blog ku. Wehehehe, senangnya bisa menulis dan berbagi lagi ^-^. Bagaimana kabar mu kawan? Udah siap untuk menambah wawasan baru lagi belum? Wah... kali ini aku punya bahasan atau topik yang menarik banget ni, tentang Psikologi Industri dan Organisasi atau akrab disebut dengan PIO.
Bagi kawan yang mengambil jurusan Psikologi, pasti sudah tidak asing dengan salah satu cabang atau bagian dari ilmu psikolgi ini kan? atau kawan yang belum duduk di bangku perkuliahan? Dan ingin masuk jurusan Psikologi, tapi.. minat ilmu Psikologi yang paling dipengen apa ya? Masih bingung? Atau jangan-jangan... Psikologi Industri dan Organisasi adalah jalanmu? Em... bisa jadi, penasaran kah? Dan untuk kawan yang telah duduk dibangku perkuliahan baik yang ada di jurusan psikologi ataupun tidak, munkin di tulisan blog ku pada kesepatan ini bisa menambah wawasan kalian atau setidaknya mengasah ingatan kalian kembali kawan, *bagi yang sudah mengenal PIO.
Kawan pernah denger ungkapan gini engga? “Tak kenal, maka tak sayang”. Iya kah? Ternyata ungkapan ini bener loh, coba aja deh praktekin. Kawan karena itu, sebelum kita masuk ke topik menarik kali ini, yaitu mengenai Psikologi Industri dan Organisasi. Aku bakalan ngenalin kalian tetang ilmu Psikologi secara ringkas, oh iya kalian tau engga? Apa itu ilmu psikologi? Sejarah psikologi gimana ya? Psikologi berasal dari mana? Australia? Amerika? Eropa? Afrika? Dan kok bisa si ilmu psikologi ada di Indonesia? Perkembangan awal mulanya bagaimana? Bapak psikologi dunia siapa ya? Dan juga bapak psikologi di Indonesia? Sama engga kaya bapak Psikologi di dunia?. Nah, kawan, gimana? Penasaran kan?
Yuk kita bahas sejarah singkat Ilmu Psikologi^-^, namun sebelumnya... terlebih dahulu aku ingin mengucapkan banyak terimaksih kepada Dosen PIO di Universitas tempatku belajar, ya... Beliau adalah sosok yang luar biasa, yang memiliki segudang prestasi dan ilmu pengetahuan yang sangat luas. Dosen PIO yang ku temui kini bernama Endro Puspo W, M.Psi, tanpa ilmu yang diberikan dan bimbingan dari beliau, aku tidak akan bisa menulis dan membagikan ilmu yang telah ku dapat di blog ini. Dosen ku kali ini engga kalah menarik dengan dosen-dosen terdahulu waktu ku semester 1 loh seperti Mas Seta Wicaksana, M.Si dosen PK&BP yang cara mengajarnya begitu asik dan menarik karena pembawaanya gaul and kece bro,hahaha serta beliau mendidik dengan cara bercerita yang didalamnya itu berisi nasehat sehingga tidak seperti menceramahi, senyum mulu lagi ^-^ atau dosen ISBD ku Mas Yophie, beuh... Seru abis pelajarannya, ketawa mulu, namun ketika beliau berkata serius ya serius, kata kakak-kakak kelasku materi yang beliau ajarkan cukup sulit dan membosankan, namun beliau mengemas semua itu secara sempurna dalam bentuk beberapa cerita yang begitu menarik dan berkesan sehingga presepsi itu bisa terpatahkan kawan. Dan dosen PIO ku? Masih muda, tidak setua dosen favorit yang kuceritakan tadi. Meski tergolong muda, namun talenta mengajar beliau juga tidak kalah dengan dosen-dosen senior lain, buktinya? Meski sewaktu diajar oleh beliau aku kurang fokus karena laper *mau jajan udah keduluan masuk (-_-‘’) #curhatan anak kuliah. Namun, aku masih mampu membuat materi ringkasan yang beliau ajarkan di blog ku ini. Wehehehe.
Hayuluh kan, malah ngelantur cerita tentang dosen. Sudah lah, kita cap cus balik lagi ke materi awal kita aja. Bro, kawan dan teman-teman, yang paling tampan dan cantik di seluruh planet. Hehehe, Ilmu Psikologi itu adalah suatu ilmu yang mempelajari prilaku manusia loh. Hah? Prilaku aja ni? No, no... engga sebatas pada prilaku, namun lebih berpusat pada proses mental atau pada hal yang tidak terlihat layaknya (jiwa, perasaaan, emosi) yang melahirkan suatu prilaku.
Kawan, arti dari “psikologi” secara harfiah yaitu berasal dari 2 kata Yunani, apa aja? Yep bener banget, terdiri dari kata “psyche” dan “logos”. “logos” artinya nalar,logika atau ilmu dan “psyche” artinya jiwa. Ini ku ketahui dari buku yang berjudul “Berkenalan dengan Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi” karangan Prof Sarlito W.Sarwono. Dimana pada buku itu aku juga mendapatkan penjelasan secara keseluruhan bahwa definisi dari ilmu psikologi adalah ilmu tentang tingkah laku.
Kawan, itu kan arti ilmu psikologinya. Terus, sekarang kita masuk ke sejarah Psikologi sebagai ilmu yuk. Ya, perkembangan psikologi sebagai ilmu dimulai dengan didirikannya laboratorium psikologi pertama di Leipzig, Jerman pada tahun 1875 *menurut buku “Psikologi Industri dan Organisasi” karangan Ashar Sunyoto Munandar.
Kawan,, tau siapa pendiri labolatorium psikologi pertama ini? Yap, bener banget yaitu Wilhem Wundt. Wundt adalah seorang dokter dan ahli ilmu faal yang melakukan eksperiment dengan teori dan metode-metode ilmu faal (khususnya neurologi) kawan. Beliau adalah bapak psikologi kita sekaligus pendiri aliran strukturalisme, yaitu suatu aliran yang mempertanyakan “Apa jiwa itu?”.
Kawan, kalian tau engga alasan mengapa Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama di dunia? Padahal beliau bukanlah seorang psikolog, melainkan seorang dokter dan ahli ilmu faal. Apa nyambungnya ya sampai mendirikan laboratorium ini?
Menurut buku yang ku baca (“Berkenalan dengan Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi” karangan Prof Sarlito W.Sarwono). Wundt melakukan eksperiment tetang presepsi, disinilah pola fikir beliau lebih cenderung kepada ilmu psikologi, karena saat beliau melakukan eksperiment tersebut beliau menyadari bahwa “tidak semua hal bisa diterangkan dengan ilmu faal”.
Karena berkat eksperiment presepsi itu, pada akhirnya beliau mengukuhkan tekad untuk membuat laboratorium khusus psikologi yang menggunakan teori dan metode yang khas dengan psikologi. Kecenderungan Wundt terhadap psikologi ini juga dibuktikan dengan buku-buku yang beliau terbitkan loh kawan, seperti Beitrage Zur Theorie Der Sines Wahrnemug (“presepsi yang dipengaruhi kesadaran”) pada tanhun 1862, lalu Grund zuge der Physiologischen Psychologie (“dasar fisiologis dari gejala-gejala psikologi dan buku Volker Psychologie, dimana pada buku ini beliau mengemukakan proses-proses mental yang lebih tinggo dari penginderaan, presepsi, perasaan. Kawan, itulah sedikit sejarah tentang asal mula atau perkembangan psikologi sebagai suatu ilmu. jadi, kesimpulannya ilmu psikologi itu berawal dari eksperimen.
Sekarang kita masuk ke sejarah ilmu psikologi di Indonesia yuk. Indonesia mulai mengenal psikologi sebagai suatu ilmu melalui lembaga-lembaga pendidikan sebelum perang dunia ke 2. Dan pada tahun 1952, Slamet Iman Santoso yang merupakan profesor psikiatri di Fakultas Kedokteran UI, mengemukakan suatu argumen ketika beliau berpidato saat pengukuhanya sebagai profesor. Dimana menurut beliau psikiatri membutuhkan ilmu psikologi untuk menjelaskan potensi-potensi manusia guna menyeleksi orang yang tepat pada tempat perkerjaan yang tepat. Nah, kawan... beliau jugalah sebagai bapak psikologi di Indonesia, karena beliau adalah orang pertama yang mengenalkan ilmu psikologi sekaligus mengembangkannya.
Dan sebab pidato itu maka diselenggarakannya kursus pelatihan di Universitas Indonesia (UI) terhadap para asisten psikolog, dan berselang beberapa tahun kursus pelatihan tersebut berubah menjadi Jurusan Psikologi di Fakultas Kedokteran UI, yang diketuai oleh beliau. Jadi, jurusan pertama fakultas Psikologi di Indonesia itu berada di UI, disusul oleh Universitas Padjadjaran ditahun 1961, lalu UGM ditahun 1964 dan Airlangga ditahun 1999.
Sekarang udah tau kan siapa bapak psikologi dunia dan siapa bapak psikologi Indonesia? Jangan kebalik loh, semoga kawan semua paham ya sampai sini. Boleh lanjut? Lanjutlah...
Eh, eh... Kawan kalian tau HIMPSI itu apa? HIMPSI memiliki arti Himpunan Psikologi Indonesia, HIMPSI terdiri dari para psikolog dan ilmuan psikolog seluruh Indonesia loh, keren kan? terus kalian tau engga perbedaan HIMPSI dan HIMPSI Jaya itu apa? Yang ku dengar dari dosenku itu, intinya kalau HIMPSI seindonesia, dan HIMPSI Jaya hanya di Jabodetabek aja. Munkin cangkupan wilayah ya kawan lebih tepatnya. Wehehehe. Salah satu tugas HIMPSI yang ku tau adalah mengontrol izin praktik untuk para psikolog yang dibantu oleh Departemen Tenaga Kerja. Jadi, merekalah yang bertugas untuk memberikan izin praktik untuk para psikolog kawan ^-^.
Bro ataupu Mba bro... ternyata psikologi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh perkembangan psikologi didunia barat loh, tau engga kenapa? ya karena, ilmu psikologi itu berasal dari sana(negara-negara barat). Macamnya Jerman, Amerika, Prancis, dan kawan-kawannya. Namun, negara kita lebih condong atau berpacu pada Psikologi di Amerika dengan berpatokan kepada APA dimana kepanjangannya adalah “American Planning Association”(miliki Amerika), yaitu sebuah aplikasi pintar yang bisa kamu download di play store. Aplikasi ini adalah pedoman atau petunjuk bagi para psikolog atau para mahasiswa maupun mahasiswi psikologi seperti kita ini. Aplikasi ini berguna dan membantu banget untuk membuat laporan atau skripsi. Good deh ^-^.
Oh iya, kawan. Meskipun psikologi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh psikolgi dibarat, namun... tidak sumua hal berupa teori taupun alat-alat tes psikologi yang dapat diterapkan dibangsa kita ini loh. Kok gitu? Kenapa? ya, karena Indonesia memiliki kebudayaan yang berbeda dengan bangsa-bangsa barat, dimana negara kita ini terletak dirumpun Asia, rumpun yang terkenal kental dengan adat istiadat berupa menjunjung tinggi nilai dan norma (meski pada kenyataannya tidak selalu demikian) selain itu Indonesia juga memiliki perbedaan letak geografis dan iklim. Jadi, negara kita ini lebih memilah-milah mengenai teori atau pun alat-alat tes psikologi yang cocok untuk diterapkan dan sesuai dengan kebudayaan serta masyarakat yang ada kawan.
Kawan, sekarang langsung aja yuk kita masuk ke Sejarah dan perkembangan PIO.
Diawali pada abad ke-20, diabad ini mulai dilirik bahwa adanya kemunkinan penerapan ilmu psikologi dibidang Industri, dan di tahun 1903 lahirlah sebuah buku yang berjudul “Theory of Advertising” karangan Walter Dill Scott, dimana buku ini dianggap sebagai buku pertama yang membahas mengenai psikologi dengan suatu aspek dari dunia kerja (Shultz,1982:8). Sebelum beliau menerbitkan bukunya ini, pada tahun 1901 beliau sempat berbicara tentang kemunkinan penerapan ilmu psikologi dalam periklanan, dan akhirnya diwujdkan dengan terbitnya buku beliau ditahun 1903. Selanjutnya ditahun 1913 Hugo Muensterberg menerbitkan sebuah buku yang berjudul The Psychology of Industrial Effeciency yang membahas tentang bidang di psikologi Industri secara lebih luas.
Psikologi Industri dan Organisasi ini semakin berkembang dengan munculnya gerakan scientific management yang dipelopori oleh Frederick Winslow Taylor. Gerakan ini memiliki kontribusi yang sangat besar pada saat Perang Dunia 2 loh, mengapa kontribusinya sangat besar? Karena pada saat itu para sarjana psikologi eksperiment sedang melakukan permikiran tentang mencari cara yang paling efesien dan efektif untuk melakukan suatu perkerjaan kawan, serta menciptakan berbagai macam alat mekanika yang disesuaikan dengan struktur faal dan juga anggota badan manusia *dibantu oleh para sarja teknik. Dari sini... lahirlah ilmu ergonomi, tau engga apa itu ilmu ergonomi? Menurut KBBI ergonomi artinya penyerasian antara pekerja, jenis pekerjaan, dan lingkungannya. Singkatnya ergonomi adalah perekayasaan manusia atau psikologi perekayasaan.
Kalu aku si pahamnya gini ni, pokoknya ilmu ergonomi itu ilmu yang mempelajari tentang hukum dan prinsip umum untuk merancang atau membuat alat-alat yang sesuai dengan kebutuhan manusia seefisien dan seefektif munkin sehingga dapat mempermudah manusia dan mendukung proses kerjanya.
Kawan psikologi perkembangannya jauh lebih pesat lagi loh pada dekade 1920, contohnya ditahun 1924, adanya suatu seri penelitian di Hawthore, Illionis (Pabrik Western Electric Company). Dimana penelitian ini dimulai dengan mempelajari akibat dari aspek-aspek fisik dari lingkungan kerja terhadap efisiensi pekerja. Dan dari penelitian ini kawan, ditarik suatu kesimpulan bahwa ternyata kondisi sosial dan psikologik dari lingkungan kerja secara potensial memiliki arti yang lebih penting dibanding kondisi-kondisi kerja fisik.
Dan ditahun 1960 psikologi dibidang penjualan berkembang begitu pesat juga loh kawan, khusunya pada prilaku konsumen. Pada dekade ini kawan, ternyata prilaku manusia sebagai konsumen sudah mulai diteliti, seperti kebiasaan berbelanja atau membeli dan proses pengambilan keputusan untuk belanja atau membeli barang yang ditawarkan, ditelusuri secara mendalam.
Hal ini dengan tujuan untuk mengambil hati para konsumen sehingga mau membeli produk atau jasa yang perusahaan tawarkan sehingga produktifitas ataupun laba dari perusahaan dapat meningkat. Kawan, ternyata teori, aturan serta prinsip-prinsip psikologi memiliki pengaruh yang besar loh untuk merencanakan kegiatan promosi diberbagai ragam media massa. Keren ya?
Dan akhirnya pada saat yang bersamaan para sarjana psikolog yang tadinya hanya mendalami hubungan antar manusia, lalu merambah pada industri dan sekarang makin melebarkan sayapnya untuk mendalami atau mempelajari organisasi sebagai suatu kesatuan.
Kawan lanjut yuk, ke definisi PIO, wehehehehe...
Ternyata istilah Psikologi Industri dan Organisasi merupakan terjemahan dari “Industrial and Organization Psychology”. PIO merupakan hasil dari pengembangan psikologi umum, psikologi eksperiment dan psikologi khusus. Psium atau Psikologi umum adalah ilmu yang mempelajari psikologi secara umum, dari tokoh-tokohnya maupun aliran-alirannya. Kalau psikologi eksperiment adalah ilmu psikologi yang mempelajari masalah-masalah hubungan antarmanusia, seperti semangat kerja dan motivasi secara lebih mendalam dan luas, sedangkan psikologi khusus atau psikologi diferensial merupakan cikal bakal dari berkembangnya psychotechniek (psikometri). Dimana psikometri ini merupakan cabang psikologi yang berupaya mempelajari dan mengukur gejala-gejala yang khas pada setiap orang.
Kawan, tau kan mengapa manusia itu disebut “unik”? ya, karena tidak ada manusia yang persis sama secara keseluruhan dimuka bumi ini (berbeda). Nah, psikometri menekankan pada keunikan seseorang (perbedaan antar manusia). Dengan adanya perbedaan ini psikometri berusaha untuk bisa mengukur perbedaan pada setiap orang dengan menciptakan alat ukur kawan. Alat ukurnya itu dikenal dengan “Tes Psikologik”.
Psikologi Industri dan Organisasi atau PIO adalah ilmu yang mempelajari prilaku manusia dalam perannya sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen. Baik secara perorangan maupun secara kelompok dengan maksud agar temuannya dapat diterapkan dalam industri dan organisasi untuk kepentingan dan kemanfaatan manusianya dan organisasinya. *sumber:PPT dosen+buku “psikologi industri dan organisasi” karangan Ashar Sunyoto Munandar.
Kawan, hingga saat ini ternyata prilaku manusia dengan kaitannya pada kegiatan industri dan organisasi dipelajari bertujuan untuk pengembangan teori , aturan serta prinsip psikologi yang baru, yang bisa berlaku secara universal (umum) dalam lingkup industri dan organisasi. Contohnya teori motivasi, teori kepemimpinan dan semacamnya.
Kawan tau engga kegiatan utama dari Psikologi Industri dan Organisasi? Ternyata kegiatan utama dari salah satu cabang psikologi ini adalah menerapkan metode, fakta dan prinsip-prinsip dari psikologi pada manusia sebagai tenaga kerja. Bro or Mba bro, penelitian ilmiah yang dilakukan oleh PIO merupakan suatu upaya yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar tetang manusia dalam organisasi serta untuk menjawab tetang organisasi itu sendiri loh kawan.
Penggunaan Psikologi industri dan Organisasi ini pada dasarnya harus ditunjukkan untuk kepentingan serta kemanfaatan semua pihak yang terlibat, baik perusahaan yang berlaku sebagai organisasi maupun karyawannya. Dan kalu engga apa yang terjadi? Waduh, bila pengetahuan ini disalahgunakan kawan,,, hasilnya dapat membuat kerugian dan memabahayakan berbagai pihak yang terlibat.
Ya, dunia memang begitu. Kamu tau kan Albert Einstein? seorang manusia yang dikenal di seluruh dunia karena kepintarannya, Kawan... Aku pernah dengar ungkapan gini ni “kalau 1 orang pintar bisa membawa perubahan besar pada dunia dan 1 orang pintar juga bisa membawa kehancuran besar bagi dunia”. Ngerti maksudnya apa? Kawan, lihatlah dunia secara lebih luas, lihat para pemimpinmu atau orang-orang disekitarmu. Kepintaran inteligensi yang tidak diiringi dengan kepintaran hati mampu membuat mata melihat segala yang buruk menjadi baik dan segala yang baik menjadi buruk karena tidak berfungsinya hati nurani.
Kau tau kawan, para pimpinan kita yang duduk dikursi pemerintahan adalah orang-orang terpilih yang memiliki tingkat inteligensi tinggi. Namun, mengapa masih banyak yang korupsi, bersikap egois dengan mengambil hal yang bukan haknya?
Semakin pintar seseorang, semakin banyak akalnya. Namun, kembali pada individu itu sendiri, ingin dimanfaatkan semua kemampuan (akal)nya untuk apa? Kawan, hidup ini hanya sementara. Yakin deh, suatu saat nanti setiap tindakan yang kau lakukan pasti akan dimintai pertanggung jawabannya. Mulailah dengan niat yang baik dan positif, jadilah lebih berguna bagi banyak orang dengan ilmu yang kau punya, pelajari=>amalkan, pelajari=>amalkan, pelajari=>amalkan.
Kawan, jangan sampai kau memiliki penafsiaran yang keliru tetang suatu hal atau suatu ilmu, karena dampaknya sungguh begitu merugikan bukan hanya pada dirimu tapi juga pihak-pihak yang terlibat.
Tau engga, apa objek yang dipelajari oleh psikologi Industri dan Organisasi ini? Ya, bener banget. Objek yang dipelajari oleh psikologi industri dan organisasi ini adalah “prilaku manusia”, tepatnya perilaku manusia sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen dalam interaksinya dengan organisasinya itu.
Kawan tadi kita sempat membahas mengenai alat-alat tes yang ada atau digunakan dalam psikologi, ternyata semua aat-alat tes tersebut berasal dari temuan-temuan dengan adanya proses pengamatan terhadap suatu prilaku yang dilakukan oleh manusia loh, baik secara individu ataupun kelompok.
Pengaplikasian dari psikologi industri dan organisasi diantaranya untuk seleksi para karyawan ataupun seleksi dalam penempatan jabatan bagi para karyawan, sebagai psikologi kerekayasaan (ergonomi), serta motivasi maupun kepemimpinan dan periklanan.
Hay,hay tau engga kenapa ada yang namanya seleksi penempatan tenaga kerja? Karena tujuan dari seleksi dan penempatan kerja ini agar tenaga kerja yang diterima nanti sesuai dengan apa yang diinginkan oleh perusahaan. Contohnya agar diperoleh tenaga kerja yang terampil, berpengetahuan dan memiliki kepribadian/sikap yang sesuai dengan harapan perusahaan kawan.
Tentu disini kepribadian yang berintegritas ya sobat, makanya kalau mau diterima disuatu perusahaan, lengkapi diri kalian dengan 3 kemampuan dasar yang penting itu. Terlebih kita udah masuk ke MEAN (Masyarakat Ekonomi Asean) kalau kalian yang hidup dinegeri sendiri tidak dapat bersaing dengan bule-bule pendatang. Massa mau dibilang jadi pengemis dinegeri sendiri? Duh, loro ati ku loro, whehehe.
Meskipun status mereka adalah turis asing yang rata-rata dari negara maju, dimana segala jenis kemampuan negara tempat mereka tinggal lebih tinggi atau lebih maju sekitar 5 Thn dari negara kita, namun engga boleh tuh ada yang namanya minder atau merasa kalah maupun putus asa didiri kita. Mereka sama-sama manusia kok, kaya kita. Makan dan nafas, kakinya juga masih napak. Kecuali kakinya engga napak, kamu takut? Ya wajar. Tapi ini kan, sama kaya kita. Makhluk paling sempurna yang dibekali akal. Hanya saja, mereka memiliki kemauan dan tujuan hidup yang jelas serta pembiasaan sikap positif terutama empati dan menghargai, yang telah melekat didiri mereka.
Dan yang terpenting itu mereka memiliki pola fikir yang terbuka jadinya mereka selalu berfikir aktif dan berkembang. Maka dari itu, jadilah seperti mereka kawan, syukur-syukur bisa lebih. Bukalah fikiran kalian, pelajari hal baru dan nikmati kehidupan ini.
Karena mereka yang berhasil adalah mereka yang slalu menikmati apa yang sedang mereka lakukan, kalau kata film yang aku toton itu “proses menuju impian adalah massa yang paling indah”.Hahahahaha
Lanjut lagi aja yuk, boleh? Okelah...
Kalau gitu sekarang kita bahas kaitan PIO dengan ilmu-ilmu lainnya, meurutmu ada engga ya kaitannya? Udah kepikiran dan tau jawabannya belum? Simak yuk secara santai tapi paham. Hehehe
Kawan ternyata antara ilmu satu dan ilmu lainnya itu saling mempengaruhi loh, engga ada ilmu yang berkembang sedemikian pesat seperti sekarang tanpa adanya pengaruh atau proses interaksi dengan ilmu-ilmu lainnya. Contoh ilmu mengenai “prilaku konsumen” ilmu ini tidak berkembang dengan sendirinya atau begitu saja, karena ilmu ini pada dasarnya merupakan kajian dari ilmu pemasaran dan PIO, ada kah ilmu bahasanya? Ada, ada ilmu Matematikanya disitu? Ya ada juga. Jadi antara ilmu 1 dengan ilmu yang lainnya, memiliki keterkaitan atau hubungan satu sama lain.
PIO memiliki keterkaitan dengan “Perilaku Keorganisasian” loh kawan, kaitannya gimana ya? Kaitannya sangat dekat karena adanya bidang-bidang kajian yang sama antara PIO dan prilaku keorganisasian kawan.
Lalu kaitannya PIO dengan “Manajemen Sumber Daya Manusia” apa? Tentu ada kawan, salah satu contohnya objek studi dari PIO dan manajemen sumber daya manusia itu sama, yaitu manusia sebagai tenaga kerja. Dan masih ada topik-topik bahasan mereka yang sama loh. Kaya, seleksi tenaga kerja, pelatihan, motivasi, kepemimpinan dan semacamnya.
Kawan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan maka semakin pesat kemajuan teknologi dan semakin banyak sumber daya manusia yang berkualitas dibumi ini, terlebih jika kau nanti lulus sebagai sarjana psikologi dengan bidang keahlian PIO atau psikologi industri dan Organisasi, tentu tantangan kontemporer untuk dirimu semakin sulit. Namun jangan lah berkecil hati, terus kejar dan yakini cita-citamu. Karena, sungguhnya bukan yang terkuat yang dapat bertahan tapi yang dapat menyesuaikan dir atau yang mampu beradaptasi yang bisa bertahan.
Tirex merupakan dinasaurus yang dipandang terkuat, tapi apakah ia masih bertahan hingga saat ini? Tidak, karena ia tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dan hewan purba yang masih bertahan? Ya, “KOMODO” karena memang ia bukan yang terkuat, tapi ia mampu beradaptasi disegala perubahan waktu. Jadilah komodo jangan seperti Tirex, lengkapi dengan hati nurani. Maka kau akan bisa hidup di segala kondisi.
Tetap semangat kawan, udah dulu ya blogku kali ini. Semoga bisa menambah wawasan dirimu kawan, dan bermanfaat. Inget ya kalau udah tau suatu hal atau punya ilmu baru amalkan, biar ilmu itu semakin berkembang dan bisa membawa perubahan untuk kehidupan ini. Sampai jumpa lagi di blogku selanjutnya, Bye Bye,, Bro and Mba Bro... Assalamualaikum ^-^
Sumber:
"Berkenalan dengan Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi" karangan Sarlito W. Sarwono
"Psikologi Industri dan Organisai" karangan Ashar Sunyoto Munandar
Ppt dosen Psikologi umum 1 by Evanytha
Ppt dosen PIO by Endro Puspo W, M.Psi
Perkataan dosen,
Dan segala ilmu yang ku dapat dari lingkungan. Sahabat, teman main, guru-guruku sewaktu SMA, dll.







Sok asik parah lu
BalasHapus