Group Dream Will Come True
Sobat, berjumpa lagi kita. Bagaimana hari mu? Tentu indah kan? Layaknya lengkungan pelangi yang terbalik, manisnya ^-^.
Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai kepuasan kerja menurut sudut padan PIO, namun disini kami menekankan pada asepek kepuasan kerja itu sendiri
Sumber dari materi yang kami sajikan berasal dari buku Psikologi Industri dan Organisasi dengan penulis Ashar Sunyoto Munandar, narasumber terpercaya kami dari 2 perusahaan yang berbeda, pengajaran dari dosen dan semacamya.
Namun, sebelum kami masuk ke materi yang akan disajikan, kami sebagai salah satu tim yang terdiri 6 anggota bagian dari fakultas psikologi Universitas Pancasila angkatan 2015 yang duduk di kelas B, yaitu Monica Rahayu Widodo dengan Npm 6014210089, Handiah Maghfirani dengan Npm 6015210066, Lolla Septia Widi dengan Npm 6015210079, Gianissa Tria Putri dengan Npm 6015210064, Lia Hanifa dengan Npm 6015210078, Nanda Dwi Putri Utami dengan Npm 6015210104.
Disini mengucapkan terimakasih banyak kepada dosen PIO kami yaitu Endro Puspo W, M.Psi, yang telah memberikan tugas ini serta membimbing kami sehingga kami mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat dan mendapat pengalaman yang tak terlupakan.
Sobat, berjumpa lagi kita. Bagaimana hari mu? Tentu indah kan? Layaknya lengkungan pelangi yang terbalik, manisnya ^-^.
Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai kepuasan kerja menurut sudut padan PIO, namun disini kami menekankan pada asepek kepuasan kerja itu sendiri
Sumber dari materi yang kami sajikan berasal dari buku Psikologi Industri dan Organisasi dengan penulis Ashar Sunyoto Munandar, narasumber terpercaya kami dari 2 perusahaan yang berbeda, pengajaran dari dosen dan semacamya.
Namun, sebelum kami masuk ke materi yang akan disajikan, kami sebagai salah satu tim yang terdiri 6 anggota bagian dari fakultas psikologi Universitas Pancasila angkatan 2015 yang duduk di kelas B, yaitu Monica Rahayu Widodo dengan Npm 6014210089, Handiah Maghfirani dengan Npm 6015210066, Lolla Septia Widi dengan Npm 6015210079, Gianissa Tria Putri dengan Npm 6015210064, Lia Hanifa dengan Npm 6015210078, Nanda Dwi Putri Utami dengan Npm 6015210104.
Disini mengucapkan terimakasih banyak kepada dosen PIO kami yaitu Endro Puspo W, M.Psi, yang telah memberikan tugas ini serta membimbing kami sehingga kami mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat dan mendapat pengalaman yang tak terlupakan.
Sobat apakan kalian tau apa yang dimaksud dengan aspek “uncertainty avoidance”? yang dikemukakan oleh Hofstede...
Ya, dalam Psikologi Industri dan Organisasi khususnya dalam sub bab mengenai “Kepuasan Kerja”. Aspek ini sudah tidak asing lagi ditelinga ataupun terminal ingatan kita, terlebih dikalangan mahasiswa psikologi yang terfokus atau lebih condong pada PIO.
Nah, Inilah penjelasan tentang teori hofstede.
Nah, Inilah penjelasan tentang teori hofstede.
Hofstede’s Framework for Assessing Cultures:
"Power distance
Individualism versus collectivism
Quantity of life versus quality of life
Uncertainty avoidance
Long term versus short term orientation"
Sobat , disini kami akan menerangkan tentang uncertainty avoidance yaitu , salah satu dimensi
Dari Hofstede adalah mengenai bagaimana budaya nasional berkaitan dengan ketidakpastian dan ambiguitas , kemudian bagaimana merek beradaptasi terhadap perusahaan . Dari sini kita dapat simpulkan bahwa suatu budaya nasional harus mampu menghadapi ambiguitas atau ketidakjelasan
Contohnya : jika seorang staff di mutasi kesuatu daerah berarti orang tersebut harus masuk pada peraturan yang ada di daerah tersebut dan harus beradaptasi dengan menerima segala budaya yang ada
Selanjutnya tahukan kamu sobat, apa teori kepuasan kerja menurut Lawrer? Dalam buku Ashar Sunyoto Munandar yang berjudul Psikologi Industri dan Organisasi.
Menurut teori Lawrer , seseorang akan puas dengan bidang tertentu dari pekerjaan mereka jika jumlah dari bidang mereka persepsikan harus mereka terima untuk melaksanakan kerja mereka sama dengan jumlah yang mereka persepsikan dari yang secara aktual mereka terima.
Contohnya : Seorang pekerja akan merasa puas jika apa yang mereka kerjakan berbanding lurus dengan apa yang mereka harapkan.
Dan dari hasil sebuah kepuasan kerja ini kita akan mendapatkan beberapa keuntungan bagi perusahaan atau organisasi sendiri yaitu :
1. Kinerja membaik
2. Produktivitas meningkat
3. Kepercayaan konsumen terhadap perusahaan pun dapat dengan mudah didapatkan.
Berikutnya masih tentang berperilaku dalam organisasi , tetapi kali ini kita akan membahas tentang emosi . Tahukah kalian tentang tipe-tipe emosi di dalam organization behavior
1 . felt emotion
Emosi yang memang sudah ada atau tertanam pada diri
Contohnya : Marah , senang ,sedih ataupun rasa hati-hati
2. Displayed emotion
Yaitu emosi yang sengaja diciptakan oleh pekerja karena tuntutan profesi mereka
Contohnya : Seorang sales harus bersikap ramah karena setiap harinya mereka menghadapi konsumen dan menjajakan dagangannya / produknya , ataupun seorang direktur yang harus bersikap tegas karena dia harus mencontohkan hal tersebut kepada seluruh staff yang berada dibawah pimpinannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar